Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa hingga kini 86 persen Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali beroperasi normal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan bencana pada Senin (17/8/2024).
Gempa magnitude 6,5 yang melanda wilayah Kupang, Manggarai, dan sekitarnya pada 10 Agustus 2024 menyebabkan kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi, khususnya menara BTS. Dampak tersebut mengakibatkan terputusnya layanan seluler dan internet bagi ribuan warga.
- Tim teknis Kemenkominfo bersama operator seluler melakukan inspeksi lapangan selama 24 jam pertama pasca gempa.
- Pengiriman material pengganti (tiang, antena, dan peralatan listrik) dipercepat melalui jalur darat dan udara.
- Kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan keamanan lokasi kerja.
- Monitoring berkelanjutan menggunakan sistem pemantauan jaringan untuk mendeteksi gangguan kembali.
Meutya Hafid menekankan pentingnya memperkuat infrastruktur telekomunikasi di wilayah rawan bencana. “Kita harus memastikan jaringan tetap tahan banting, terutama di daerah yang sering terkena gempa. Pemerintah akan meninjau kembali standar konstruksi BTS agar lebih resilient,” ujarnya.
Selain upaya perbaikan fisik, Kemenkominfo juga memperkuat layanan darurat digital dengan meningkatkan kapasitas pusat panggilan darurat 112 dan mengoptimalkan jaringan satelit untuk daerah yang sulit dijangkau.
Dengan tingkat pemulihan mencapai 86 persen, diharapkan layanan seluler dan internet di NTT kembali stabil dalam waktu dekat, mendukung proses rehabilitasi pasca bencana serta kebutuhan komunikasi masyarakat.