Setapak Langkah – 27 April 2026 | Ribuan umat Kristiani dari berbagai daerah berkumpul di lapangan Satuan Brigade, Sulawesi Tengah, untuk memperingati puncak perayaan Paskah Nasional. Acara yang dihadiri oleh tokoh agama, pejabat pemerintah, dan warga setempat ini menjadi sorotan nasional karena menonjolkan nilai toleransi antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa perayaan Paskah tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi wadah dialog dan persatuan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Ia menilai, “Paskah di Sulteng memperlihatkan bagaimana keberagaman dapat dirayakan secara damai, menjunjung tinggi semangat persaudaraan yang menjadi dasar negara.”
Beberapa hal penting yang tercermin dalam perayaan tersebut antara lain:
- Partisipasi lintas agama: Masyarakat Muslim, Hindu, dan Buddha turut hadir sebagai saksi dan memberikan dukungan moral.
- Kolaborasi antara lembaga pemerintah dan organisasi keagamaan dalam penyelenggaraan acara.
- Penyuluhan nilai-nilai toleransi yang disampaikan melalui khotbah, musik rohani, dan pameran kebudayaan lokal.
Acara berakhir dengan prosesi jalan salib yang melibatkan lebih dari 3.000 peserta, diikuti dengan penampilan seni tradisional Sulawesi Tengah. Keberhasilan penyelenggaraan ini dipandang sebagai contoh konkret bagaimana Indonesia dapat menampilkan keragaman budaya dan agama dalam satu panggung damai.
Pengamatan para pengamat sosial menyebutkan bahwa perayaan semacam ini memperkuat rasa kebangsaan dan menurunkan potensi konflik sektarian. Dengan menonjolkan nilai toleransi, Paskah Nasional di Sulawesi Tengah menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.