Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Rangkaian perayaan Gema Waisak 2570 Buddhist Era digelar secara meriah di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi ajang refleksi atas nilai-nilai universal yang terkandung dalam tradisi Buddha. Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dalam acara tersebut dan menekankan pentingnya cinta kasih sebagai pondasi utama dalam kehidupan beragama di tanah air.
Beberapa poin utama yang disampaikan Menag antara lain:
- Cinta kasih sebagai inti ajaran Buddha: Menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan lintas kepercayaan.
- Pindapata: Praktik berbagi makanan yang melambangkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar manusia.
- Semangat kebersamaan: Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam aksi sosial yang mengedepankan nilai keadilan dan kebaikan.
Ia juga mengajak seluruh pemuka agama untuk menjadikan momentum Waisak sebagai platform dialog antarumat beragama, sehingga tercipta harmoni sosial yang lebih kokoh. Harapannya, nilai cinta kasih yang dipupuk pada perayaan ini dapat meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat toleransi, serta menurunkan tingkat konflik di masyarakat.
Dengan mengangkat nilai-nilai universal tersebut, Gema Waisak 2570 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, melainkan juga katalisator bagi pembangunan karakter bangsa yang berbasis pada kasih sayang dan kepedulian bersama.