Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Fenomena iklim ekstrem yang dikenal sebagai Super El Nino diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2026. Kondisi suhu yang meningkat drastis dan curah hujan yang menurun signifikan menciptakan lingkungan sangat kering di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan pentingnya peran serta warga dalam mencegah kebakaran yang dapat merusak ekosistem, mengancam kesehatan masyarakat, serta menambah beban penanggulangan bencana nasional. Polisi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian ekologis melalui tindakan konkret.
Berikut langkah-langkah yang disarankan Polri untuk mengurangi potensi karhutla selama periode Super El Nino:
- Hindari pembakaran sampah, dedaunan, atau bahan lain di area terbuka, terutama pada sore dan malam hari ketika kelembaban udara paling rendah.
- Jaga kebersihan pekarangan dengan memotong rumput tinggi, menyingkirkan sampah organik, dan menutup lubang atau celah yang dapat menjadi sumber api.
- Laporkan segera setiap tanda kebakaran atau percobaan pembakaran yang mencurigakan kepada pihak berwenang melalui layanan darurat atau pos keamanan terdekat.
- Berpartisipasi dalam program penanaman kembali pohon dan rehabilitasi lahan yang terdampak, guna meningkatkan kelembaban tanah dan menurunkan risiko penyebaran api.
- Gunakan peralatan listrik dan mesin pemotong dengan hati-hati, pastikan tidak ada percikan api yang dapat menyulut bahan mudah terbakar.
Polri juga menekankan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, dinas kehutanan, dan organisasi masyarakat untuk melakukan pemantauan intensif pada zona rawan kebakaran. Penggunaan teknologi pemantauan satelit dan drone diharapkan dapat mempercepat deteksi dini serta respons penanganan.
Dengan meningkatkan kesadaran ekologis dan melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara kolektif, diharapkan dampak negatif Super El Nino terhadap hutan dan lahan Indonesia dapat diminimalisir, sekaligus melindungi kesejahteraan publik.