Setapak Langkah – 07 Juli 2026 | Wuling Motors, yang kini semakin dikenal sebagai produsen mobil listrik terkemuka di Indonesia, baru‑baru ini melakukan kunjungan lapangan ke pabrik perakitan baterai miliknya yang berlokasi di Liuzhou, Provinsi Guangxi, China. Kunjungan ini memberikan gambaran jelas tentang asal usul baterai yang menggerakkan kendaraan listrik (EV) Wuling serta tingkat keterlibatan perusahaan dalam proses produksi.
Sejak peluncuran seri Wuling Air EV pada akhir 2022, konsumen Indonesia sering bertanya mengenai rantai pasokan baterai: siapa yang memproduksi, di mana diproduksi, dan seberapa banyak kontrol yang dimiliki Wuling terhadap kualitas serta biaya. Jawaban resmi kini dapat dilihat langsung di fasilitas Liuzhou, yang merupakan salah satu pusat produksi baterai terbesar milik grup SAIC‑Wuling.
Fasilitas dan Kapasitas Produksi
- Luasan: lebih dari 150.000 meter persegi dengan area produksi bersih berstandar ISO 14644‑1.
- Kapasitas tahunan: mampu memproduksi hingga 30.000 unit baterai berkapasitas 30‑40 kWh, cukup untuk mendukung ratusan ribu kendaraan listrik.
- Teknologi sel: menggunakan sel lithium‑ion berbasis NMC (Nickel‑Manganese‑Cobalt) dengan manajemen termal terintegrasi.
Proses Produksi
Proses perakitan baterai di Liuzhou mengikuti alur yang ketat, dimulai dari pembuatan sel, perakitan modul, hingga integrasi ke dalam paket baterai lengkap. Setiap tahap dilengkapi dengan sistem otomatisasi dan kontrol kualitas berbasis AI, yang memungkinkan deteksi cacat dalam hitungan detik.
| Tahap | Deskripsi | Waktu Rata‑Rata |
|---|---|---|
| Pembuatan Sel | Penyusunan elektrode, pengisian elektrolit, dan pengujian sel individual. | 2 jam per sel |
| Perakitan Modul | Penggabungan sel menjadi modul dengan sistem pendingin. | 4 jam per modul |
| Pengujian Paket | Uji performa, keamanan, dan siklus hidup lengkap. | 6 jam per paket |
Keterlibatan Wuling
Wuling tidak sekadar menjadi pembeli akhir; perusahaan memiliki saham mayoritas di joint venture yang mengoperasikan pabrik tersebut. Tim teknik Wuling terlibat dalam desain sel, standar keamanan, serta pengembangan software manajemen baterai (Battery Management System/BMS) yang diintegrasikan ke dalam kendaraan.
Selain itu, Wuling berkomitmen untuk mentransfer pengetahuan ke dalam negeri melalui program pelatihan teknisi Indonesia di pabrik Liuzhou, serta rencana jangka panjang untuk membangun lini perakitan baterai di dalam wilayah ASEAN.
Implikasi bagi Pasar Indonesia
Keberadaan sumber baterai yang terjamin kualitasnya dan berada di bawah kendali Wuling memberikan beberapa keuntungan strategis bagi konsumen Indonesia:
- Harga lebih kompetitif: Pengurangan biaya logistik dan tarif impor berpotensi menurunkan harga jual EV.
- Ketersediaan suku cadang: Suku cadang baterai dapat diproduksi lebih cepat, memperpendek waktu perbaikan.
- Keamanan dan keandalan: Standar produksi internasional menjamin performa yang konsisten.
Dengan transparansi yang ditunjukkan melalui kunjungan ini, Wuling memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam ekosistem mobil listrik di Indonesia, sekaligus menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan infrastruktur energi bersih di masa depan.