Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | Sabtu sore yang cerah menyambut laga pekan ke-32 Liga Spanyol di La Rosaleda, dimana Málaga CF menjamu CD Leganés di hadapan hampir 28 ribu penonton yang bersorak. Pertandingan yang diwarnai atmosfer spektakuler ini berakhir dengan hasil imbang 0-0, meskipun kedua tim menciptakan sejumlah peluang emas yang sayangnya tak berbuah gol.
Awal Pertandingan: Tekanan Tinggi Málaga
Sejak peluit pertama, Málaga mengadopsi pola permainan agresif, berusaha menancapkan gol sejak menit awal. Pada menit ke-8, penyerang andalan Chupe memaksa kiper Leganés, Juan Soriano, melakukan penyelamatan penuh. Lima menit kemudian, Soriano kembali tampil gemilang dengan menepis tembakan ganda dari Puga dan Joaquín, menegaskan peran pentingnya di bawah mistar gawang.
Kesempatan yang Terlewat
Serangkaian upaya menyerang terus berlanjut. Rafa, yang masuk menggantikan Dotor yang cedera, menembakkan bola melewati tiang gawang setelah menerima umpan Larrubia pada menit ke-13. Di menit ke-34, Millán berhasil mengeksekusi tembakan dari umpan Juan Cruz, namun gol tersebut dibatalkan karena offside. Pada menit ke-42, Dani Rodríguez hampir mengirim bola ke gawang melalui tiang kiri, sedangkan Chupe menutup serangan cepat menjelang jeda pertama namun gagal menembus jaringan gawang.
Babak Kedua: Pertarungan Ketat dan Peluang Kontra
Setelah jeda, Málaga tetap mempertahankan strategi menyerang yang berani. Pada menit ke-52, Joaquín mendapat peluang, dan pada menit ke-60, Dani Lorenzo melepaskan tembakan jarak jauh yang menghantam mistar gawang. Leganés pun tidak kalah dalam menciptakan serangan balasan; Asue menembus pertahanan Málaga pada menit ke-68 dan hampir mencetak gol lewat transisi cepat.
Substitusi dan Dampaknya
Pelatih Málaga, Funes, melakukan perubahan ganda pada menit ke-71 dengan membawa masuk Josué Dorrio dan Víctor, menggantikan Rafa dan Dani Sánchez. Dorrio, yang langsung beraksi, memaksa Soriano melakukan penyelamatan lagi pada menit ke-74. Pergantian ketiga datang pada menit ke-80, saat Jauregi menggantikan Joaquín, dan tak lama setelah itu Dorrio melepaskan tembakan mendekati tiang kanan hasil tendangan sudut. Upaya terakhir Málaga muncul pada menit ke-85, ketika Chupe dan Larrubia melancarkan serangan balik yang berujung pada tembakan nomor 10 melewati tiang gawang.
Pernyataan Montero: Kejuaraan Tidak Berwarna Hitam Putih
Setelah pertandingan, bek tengah Málaga, Montero, mengungkapkan rasa kecewa namun tetap optimis. “Kami memberikan segalanya di lapangan, namun bola tak mau masuk. Menggenggam hasil imbang di depan pendukung terasa kurang, namun tidak ada yang dapat disalahkan dari tim,” ujarnya dalam konferensi pers. Montero menekankan pentingnya menjaga konsistensi, menyebut bahwa upaya fisik tim sudah maksimal dan menantikan pemulihan yang baik menjelang laga berikutnya melawan Andorra.
Montero juga menyoroti performa kiper Leganés, Juan Soriano, yang melakukan beberapa penyelamatan krusial. Ia menambahkan, “Kami harus fokus pada permainan kami, tidak peduli siapa lawannya. Mereka datang dengan rencana yang cukup efektif, namun kami tetap berusaha mengeksekusi taktik kami dengan sempurna.”
Dengan hasil ini, Málaga menambah poin menjadi 55 dan tetap berada di posisi keempat klasemen setelah 32 pertandingan. Jadwal berikutnya menuntut dua laga tandang; pertama pada Rabu, 1 April melawan tim Andorra, dan selanjutnya pada Sabtu, 4 April di kota Coruña, dimana Málaga menargetkan tiga poin penuh untuk memperkuat posisinya.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa meski Málaga memiliki serangan yang produktif, penyelesaian akhir masih menjadi tantangan utama. Kekuatan pertahanan Leganés, khususnya kiper Soriano, menjadi penghalang utama. Kedepannya, Málaga harus meningkatkan akurasi akhir serta memanfaatkan peluang dengan lebih efektif jika ingin kembali mendominasi papan atas liga.