Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Seorang mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi korban penipuan lowongan kerja babysitter yang diiklankan di Facebook. Pada awalnya, tawaran tersebut tampak sah, namun setelah menghubungi pemberi kerja, korban dipaksa menunggu di sebuah rumah di Makassar. Sesampainya di sana, ia ditangkap, diperas, dan diperlakukan secara seksual oleh pelaku.
Pihak berwenang setempat melakukan penyelidikan setelah keluarga melaporkan hilangnya mahasiswa tersebut. Tim kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku melalui jejak digital dan rekaman percakapan yang diperoleh dari akun Facebook. Penangkapan dilakukan di Surabaya, dimana pelaku berusaha melarikan diri ke kota lain.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas tentang keamanan lowongan kerja daring, terutama yang memanfaatkan platform media sosial. Berikut beberapa langkah yang disarankan oleh pihak keamanan siber untuk menghindari jebakan serupa:
- Verifikasi identitas pemberi kerja melalui telepon resmi atau kunjungan langsung ke tempat kerja.
- Hindari memberikan data pribadi atau foto diri sebelum memastikan keabsahan tawaran.
- Gunakan fitur laporan pada platform media sosial jika menemukan iklan mencurigakan.
- Segera hubungi pihak berwenang bila ada permintaan yang tidak wajar atau tekanan untuk bertemu secara pribadi.
Polisi Makassar kini meningkatkan patroli dan bekerja sama dengan platform digital untuk memblokir akun-akun yang menyebarkan lowongan palsu. Keluarga korban mengharapkan keadilan dan berharap kasus ini menjadi peringatan bagi pencari kerja, terutama pelajar dan mahasiswa, untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi tawaran kerja daring.