Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa upaya membela hak perempuan merupakan bagian tak terpisahkan dari agenda peradaban bangsa. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada media, Lestari menyoroti pentingnya keadilan dan kesetaraan gender sebagai fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Lestari dalam rangkaian pidatonya:
- Penguatan regulasi yang menindak tegas kekerasan berbasis gender, termasuk pelecehan seksual di tempat kerja.
- Peningkatan alokasi anggaran bagi program pemberdayaan ekonomi perempuan, seperti pelatihan keterampilan dan akses permodalan bagi usaha mikro.
- Pemerataan layanan kesehatan reproduksi, terutama di wilayah yang masih minim fasilitas medis.
- Pengembangan kurikulum pendidikan yang menanamkan nilai kesetaraan sejak tingkat dasar.
- Kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kemajuan perempuan.
Lestari juga menekankan bahwa peran perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik harus lebih ditingkatkan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama‑sama menegakkan prinsip keadilan gender, karena keberhasilan perempuan dalam meraih hak‑haknya akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat.
Dengan menempatkan pembelaan perempuan sebagai agenda peradaban, Lestari berharap Indonesia dapat mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya yang berkaitan dengan gender. Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada semua pihak untuk menjadikan isu gender sebagai prioritas utama dalam agenda nasional.