Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | KRL (Kereta Rel Listrik) jalur Green Line mengalami gangguan teknis pada Selasa pagi yang menyebabkan sebagian layanan terhenti selama lebih dari satu jam. Insiden dipicu oleh percikan api di salah satu rangkaian listrik di stasiun Cawang, yang memicu pemadaman darurat pada sistem penggerak kereta.
Pengguna layanan melaporkan keterlambatan signifikan, terutama pada rute Jakarta‑Bogor dan Jakarta‑Depok. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) segera menurunkan kecepatan operasi dan mengevakuasi penumpang di gerbong yang terhenti. Tim teknisi berhasil memadamkan api dalam waktu 15 menit dan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum layanan kembali normal pada sore hari.
Sementara itu, harga solar di pasar domestik kembali menunjukkan tren naik. Menurut data resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga eceran solar pada Senin naik Rp1.200 per liter menjadi Rp15.300, meningkat 8,5% dibandingkan minggu sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh penurunan pasokan minyak mentah dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Kenaikan harga solar berdampak langsung pada sektor transportasi, termasuk operasional KRL yang masih mengandalkan listrik namun membutuhkan diesel untuk generator cadangan. Para pengamat ekonomi memperkirakan beban biaya operasional akan menambah tekanan pada tarif tiket kereta komuter.
- Waktu gangguan: 08:30‑13:45 WIB
- Lokasi kejadian: Stasiun Cawang, jalur Green Line
- Penyebab: Percikan api pada kabel listrik utama
- Harga solar terbaru: Rp15.300 per liter
- Kenaikan dibanding minggu lalu: +8,5%
Pejabat KCI, Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan inspeksi rutin pada jaringan listrik dan akan berkoordinasi dengan PLN untuk mencegah insiden serupa. Sementara Kementerian ESDM menegaskan akan terus memantau stabilitas harga energi dan berupaya menstabilkan pasokan bahan bakar.
Pengguna layanan KRL diharapkan tetap waspada terhadap perubahan jadwal dan memanfaatkan aplikasi resmi untuk memperoleh informasi terkini. Di sisi lain, konsumen kendaraan bermotor disarankan menyesuaikan penggunaan bahan bakar demi mengurangi beban biaya di tengah harga solar yang terus berfluktuasi.