Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Tim Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah pantai utara Jawa (Pantura) mengalami proses erosi alami. Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis data satelit selama lima tahun terakhir, 65,8 persen garis pantai Pantura menunjukkan tanda-tanda penurunan muka tanah.
Penelitian dipimpin oleh Tubagus Solihuddin, yang menekankan bahwa faktor utama penyebab erosi meliputi naiknya permukaan laut, peningkatan intensitas gelombang, serta aktivitas manusia seperti penambangan pasir dan pembangunan infrastruktur pesisir tanpa memperhatikan mitigasi alam.
Metodologi
- Penggunaan citra satelit Landsat 8 dan Sentinel‑2 untuk memantau perubahan garis pantai.
- Pengukuran elevasi tanah dengan teknologi LiDAR pada titik sampel di 12 provinsi Pantura.
- Analisis historis data iklim (curah hujan, suhu, dan pola angin) selama 2018‑2023.
Hasil Utama
| Provinsi | Persentase Garis Pantura yang Terkena Erosi |
|---|---|
| Jawa Barat | 71,2% |
| Jawa Tengah | 63,5% |
| Jawa Timur | 58,9% |
| Banten | 76,4% |
Provinsi Banten mencatat tingkat erosi tertinggi, dipengaruhi oleh arus laut yang kuat dan aktivitas penambangan pasir yang intens. Sementara Jawa Timur menunjukkan tingkat erosi terendah, namun tetap signifikan mengingat panjang wilayah pantainya.
Implikasi Lingkungan dan Ekonomi
Erosi pantai tidak hanya mengancam ekosistem laut dan darat, tetapi juga menurunkan nilai properti pesisir, mengganggu mata pencaharian nelayan, serta meningkatkan risiko banjir rob di wilayah low‑lying.
Peneliti menekankan perlunya integrasi kebijakan antara pemerintah daerah, lembaga penelitian, dan komunitas lokal untuk mengimplementasikan langkah‑langkah adaptasi, antara lain:
- Pembangunan benteng alami berupa penanaman mangrove dan vegetasi pesisir.
- Rehabilitasi dan penataan ulang zona penambangan pasir dengan standar lingkungan.
- Peningkatan sistem peringatan dini berbasis data satelit.
- Penguatan regulasi zona konservasi laut (Marine Protected Area).
Dengan mengadopsi strategi mitigasi yang berbasis ilmiah, diharapkan laju erosi dapat diperlambat sehingga kawasan Pantura tetap berfungsi sebagai aset strategis bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.