Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | Prof. Susanto, Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al‑Quran Jakarta, menyoroti pentingnya mengurangi ketergantungan anak pada perangkat digital. Menurutnya, pola penggunaan gawai yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak.
Berikut beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan orang tua dan pendidik untuk membantu anak beralih dari kebiasaan menatap layar terus‑menerus:
- Tetapkan batas waktu harian. Buat jadwal penggunaan gawai, misalnya maksimal satu jam pada sore hari setelah menyelesaikan tugas sekolah.
- Sediakan alternatif aktivitas. Ajak anak bermain di luar, membaca buku, atau melakukan kerajinan tangan yang melibatkan kreativitas.
- Jadwalkan “zona bebas gawai”. Tentukan area rumah seperti ruang makan atau kamar tidur sebagai zona tanpa perangkat elektronik.
- Berikan contoh positif. Orang tua harus mencontohkan kebiasaan penggunaan gadget yang seimbang, misalnya menaruh ponsel di tempat yang tidak mudah dijangkau saat berinteraksi dengan keluarga.
- Gunakan aplikasi kontrol. Manfaatkan fitur parental control untuk memantau dan membatasi akses aplikasi yang tidak edukatif.
Selain langkah‑langkah di atas, Prof. Susanto menyarankan pendekatan yang bersifat kolaboratif, yaitu melibatkan anak dalam proses pembuatan aturan sehingga mereka merasa memiliki kepemilikan dan lebih termotivasi untuk mematuhinya.
Dengan konsistensi dan komunikasi terbuka, diharapkan anak dapat mengembangkan kebiasaan digital yang sehat, sekaligus meningkatkan kualitas interaksi sosial dan prestasi belajar mereka.