Setapak Langkah – 04 April 2026 | Jalan Tol Trans‑Java bagian Ketapang–Gilimanuk mengalami kemacetan panjang hingga 15 km sejak minggu lalu, menyulitkan arus kendaraan barang dan penumpang di jalur utama antara Jawa dan Bali.
Penumpukan kendaraan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kerusakan fasilitas dermaga, kurangnya sistem reservasi, serta kepadatan pada titik persimpangan pelabuhan. Kondisi ini menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi sektor logistik, pariwisata, serta perdagangan antarpulau.
Komisi V DPR RI, yang membidangi infrastruktur dan transportasi, telah menyampaikan desakan kepada Pemerintah untuk menyediakan solusi konkret dalam waktu singkat. Anggota komisi menekankan perlunya peningkatan kapasitas dermaga serta penerapan sistem reservasi yang terintegrasi.
- Penambahan atau renovasi dermaga di Pelabuhan Ketapang untuk menampung volume kapal yang lebih besar.
- Pengembangan sistem reservasi online yang memudahkan penjadwalan muatan dan penumpang.
- Optimalisasi manajemen lalu lintas melalui pusat kontrol terpadu.
- Peningkatan fasilitas pendukung seperti area istirahat dan layanan darurat.
Jika langkah‑langkah tersebut tidak segera diimplementasikan, risiko kemacetan berlanjut dapat memperparah biaya operasional perusahaan logistik hingga 10 % serta menurunkan kepuasan wisatawan yang melintasi jalur ini.
Pemerintah pusat diharapkan merespons dengan cepat, mengalokasikan anggaran tambahan, dan melibatkan pihak swasta dalam penyediaan infrastruktur. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan kelancaran arus transportasi dan menstabilkan pertumbuhan ekonomi regional.