Setapak Langkah – 30 Juli 2026 | Ratusan keluarga yang sebelumnya mengungsi sejak konflik memuncak di Lebanon selatan mulai kembali ke desa Zawtar al-Gharbiyah pada minggu ini. Kedatangan mereka menandai langkah awal proses rekonstruksi yang telah direncanakan oleh pemerintah Lebanon bersama badan bantuan internasional.
- Fase 1: Penilaian kerusakan dan penyediaan bahan bangunan dasar.
- Fase 2: Rekonstruksi rumah tinggal utama dengan dukungan dana dari pemerintah dan organisasi non‑pemerintah.
- Fase 3: Pemulihan infrastruktur publik seperti jalan, jaringan listrik, dan fasilitas kesehatan.
Pemerintah Lebanon melalui Kementerian Pembangunan Regional menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan rekonstruksi dalam waktu dua tahun, dengan target penyelesaian 80% rumah warga pada akhir 2027. Bantuan tambahan juga datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menyediakan paket bantuan kemanusiaan berupa bahan bangunan, peralatan sanitasi, serta program pelatihan kerja bagi penduduk setempat.
Warga yang kembali menyatakan rasa harapan dan kebanggaan melihat desa mereka kembali hidup. “Kami bersyukur dapat kembali ke rumah, meski masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini adalah awal yang baik untuk memulihkan kehidupan kami,” ujar seorang ibu rumah tangga yang tidak disebutkan namanya.
Namun, tantangan tetap ada. Beberapa keluarga masih menunggu bantuan material, dan keamanan di daerah perbatasan masih menjadi perhatian utama. Pemerintah menjanjikan peningkatan patroli keamanan serta kerja sama dengan pasukan internasional untuk memastikan situasi tetap stabil selama proses pemulihan.