Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, menegaskan bahwa Nilai Tukar Petani Pangan (NTPP) terus mengalami kenaikan signifikan pada periode terakhir. Ia menekankan peran petani sebagai ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
- Peningkatan subsidi pupuk dan benih berkualitas.
- Perluasan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor pertanian.
- Penerapan teknologi presisi dalam pengelolaan lahan.
- Penguatan jaringan pemasaran melalui platform digital.
Berikut ringkasan pertumbuhan NTPP dalam dua tahun terakhir:
| Tahun | Nilai NTPP (Rp/ha) | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|
| 2022 | 1.850.000 | – |
| 2023 | 2.080.000 | 12,5% |
Selain angka, Menteri menekankan bahwa peningkatan NTPP harus diiringi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani secara menyeluruh. Ia menyebut petani sebagai “benteng” yang melindungi ketahanan pangan, sehingga dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada aspek finansial, melainkan juga mencakup pelatihan, akses ke pasar, dan penyediaan infrastruktur irigasi.
Dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan kementerian terkait, disepakati langkah-langkah berikut untuk memperkuat peran petani:
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas penyuluhan pertanian berbasis teknologi.
- Memperluas jaringan pemasaran digital untuk mengurangi perantara.
- Mempercepat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi di daerah rawan kekeringan.
- Menetapkan mekanisme penetapan harga minimum bagi komoditas strategis.
Andi Amran Sulaiman menutup pertemuan dengan harapan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan petani akan terus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia, menjadikan negara ini lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan domestik.