Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Zakat Nasional (Baznas) resmi menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia. Kolaborasi ini menitikberatkan pada program pemberdayaan ekonomi, renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu), serta inisiatif Sekolah Rakyat yang bertujuan menurunkan beban biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Beberapa fokus utama kerja sama antara Kedua lembaga meliputi:
- Pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan dan akses permodalan bagi UMKM dan kelompok usaha mikro.
- Renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi orang tua atau keluarga siswa yang tinggal di rumah tidak layak, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat.
- Program Sekolah Rakyat yang menyediakan fasilitas belajar, buku, seragam, dan bantuan transportasi bagi siswa dari keluarga berpendapatan rendah.
Target utama program ini adalah menjangkau sekitar 500.000 rumah tidak layak huni dan 300.000 siswa pada tahun pertama pelaksanaan. Berikut perkiraan distribusi manfaat:
| Komponen | Target Penerima |
|---|---|
| Renovasi rutilahu | 500.000 keluarga |
| Pemberdayaan usaha | 150.000 pelaku UMKM |
| Sekolah Rakyat | 300.000 siswa |
Pernyataan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi kemiskinan struktural. Sementara itu, Ketua Baznas, Abdul Aziz, menambahkan bahwa zakat, infaq, dan sedekah akan diarahkan secara transparan melalui mekanisme monitoring berbasis digital.
Implementasi program direncanakan dimulai pada kuartal pertama 2025 dengan fase pilot di tiga provinsi: Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Evaluasi berkala akan dilakukan setiap enam bulan untuk menilai efektivitas bantuan dan menyesuaikan strategi.
Dengan kombinasi sumber daya pemerintah dan dana sosial keagamaan, diharapkan kolaborasi ini dapat menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas hunian, serta memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi generasi muda Indonesia.