Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Kementerian Kesehatan menekankan perlunya perubahan persepsi masyarakat terhadap pria dalam konteks kesehatan mental. Menurut pejabat Kemenkes, masih banyak stereotip yang membuat pria enggan mengungkapkan masalah psikologisnya, yang berpotensi memperparah kondisi mereka.
Berbagai data menunjukkan bahwa pria cenderung menolak mencari bantuan profesional karena takut dianggap lemah. Padahal, gangguan seperti depresi, kecemasan, dan stres kerja kerap terjadi pada semua kalangan, termasuk laki‑laki dewasa.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenkes mengusulkan langkah-langkah berikut:
- Melakukan kampanye edukasi publik yang menekankan pentingnya kesehatan mental tanpa memandang gender.
- Mendorong institusi kerja dan sekolah untuk menyediakan layanan konseling yang ramah pria.
- Melibatkan tokoh publik pria dalam menyebarkan pesan positif tentang mencari pertolongan psikologis.
- Menyesuaikan fasilitas layanan kesehatan agar lebih terbuka dan tidak menimbulkan rasa malu.
Pemerintah juga berencana meningkatkan pelatihan bagi tenaga kesehatan agar lebih sensitif terhadap kebutuhan pria dalam penanganan masalah mental.
Dengan mengurangi stigma, diharapkan lebih banyak pria berani mengakui masalah mereka dan mendapatkan dukungan yang tepat, sehingga kualitas hidup secara keseluruhan dapat meningkat.