Setapak Langkah – 21 Juni 2026 | Denpasar – Pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini, pertunjukan baleganjur berjudul Reng Roh yang dipersembahkan oleh Sekaa Gong Kencana Wiguna berhasil memikat hati penonton. Karya tersebut masuk dalam lomba Wimbakara (Lomba) Baleganjur Remaja, sebuah kompetisi bergengsi yang menampilkan talenta muda dalam seni tradisional Bali.
Berbeda dari penampilan baleganjur konvensional, Reng Roh menonjolkan kombinasi gerak dinamis, kostum warna-warni, serta musik gong tradisional yang dipadukan dengan sentuhan modern. Para pemain, yang mayoritas berusia remaja, mengekspresikan cerita tentang semangat kebersamaan dan identitas budaya melalui tarian yang enerjik.
- Penghargaan: Tim Sekaa Gong Kencana Wiguna meraih juara pertama dalam kategori baleganjur remaja.
- Jumlah penonton: Lebih dari 3.000 penonton hadir di lapangan terbuka PPKM, menunjukkan antusiasme publik terhadap seni tradisional.
- Dukungan pemerintah: Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan memberikan apresiasi atas upaya pelestarian budaya lewat kompetisi ini.
Reaksi penonton pun sangat positif. Banyak yang mengungkapkan rasa kagum atas kreativitas para remaja dalam menghidupkan kembali warisan budaya yang seringkali dianggap kuno. Salah satu penonton, Budi Santoso, menyatakan, “Saya terkesan dengan energi dan semangat mereka. Baleganjur kini terasa lebih relevan bagi generasi muda.”
Keberhasilan Reng Roh tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Sekaa Gong Kencana Wiguna, tetapi juga menegaskan peran penting PKB dalam memajukan seni tradisional Bali. Dengan menampilkan karya-karya inovatif, PKB membantu menghubungkan nilai-nilai budaya dengan audiens modern, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarya dan berkarier di bidang kesenian.
Secara keseluruhan, pertunjukan ini memperlihatkan bahwa tradisi dapat bertransformasi tanpa kehilangan esensinya, menginspirasi generasi penerus untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Bali.