Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Irjen Pol Edi Suheri, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, menegaskan bahwa gerakan pilah sampah menjadi langkah strategis dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di ibukota. Menurutnya, pemisahan sampah organik dan anorganik tidak hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang daur ulang yang dapat mengurangi beban ekonomi daerah.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Pemilahan harus dimulai dari rumah tangga dengan menyediakan tempat sampah terpisah untuk organik, anorganik, dan B3.
- Pembinaan kepada masyarakat melalui pelatihan dan kampanye intensif agar pola buang sampah yang benar dapat menjadi kebiasaan.
- Kerjasama lintas sektoral antara kepolisian, pemerintah kota, serta komunitas lingkungan untuk memonitor dan menegakkan regulasi terkait.
- Pemanfaatan teknologi sederhana, seperti komposter rumah tangga, untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.
- Peningkatan sanksi bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan atau tidak memisahkan sampah sesuai ketentuan.
Irjen Pol Edi menambahkan bahwa keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha dan instansi publik, untuk bersinergi dalam menciptakan kota yang lebih bersih dan sehat.
Dengan implementasi pilah sampah yang konsisten, diharapkan tingkat pencemaran dapat turun, kualitas udara membaik, serta beban biaya pengelolaan sampah daerah berkurang secara signifikan.