Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmen untuk memulihkan layanan Commuter Line menjelang hari kerja pada 11 Mei 2026. Upaya pemulihan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian langkah perbaikan yang telah dilakukan sejak akhir April 2026, setelah terdampak gangguan teknis dan cuaca ekstrem.
Berikut rangkaian tindakan yang diambil KAI untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat pada hari kerja mendatang:
- Peningkatan frekuensi kereta: Jadwal operasional ditambah satu kereta tiap 15 menit pada rute-rute utama seperti Bogor‑Jatinegara, Depok‑Tanah Abang, dan Bekasi‑Cikarang.
- Perbaikan infrastruktur: Rel, sinyal, dan sistem kelistrikan di tiga stasiun utama telah selesai diperbaiki, termasuk pemasangan sistem monitoring real‑time.
- Tim respons cepat: Unit khusus siap menangani gangguan teknis selama jam sibuk, dengan target penyelesaian dalam 30 menit.
- Informasi penumpang: Papan informasi digital dan aplikasi seluler KAI kini menampilkan perkiraan kedatangan kereta secara akurat, serta notifikasi bila terjadi penundaan.
- Pengawasan kebersihan: Penambahan petugas kebersihan di gerbong dan stasiun untuk meningkatkan standar kebersihan pasca‑pandemi.
Jadwal layanan pada 11 Mei 2026 akan dimulai pukul 04.30 WIB dengan layanan penuh hingga akhir malam. Stasiun yang sempat mengalami penurunan layanan pada minggu sebelumnya, seperti Stasiun Manggarai, Stasiun Bandung, dan Stasiun Surabaya Gubeng, kini kembali beroperasi normal.
Penumpang disarankan untuk menyiapkan kartu Kartu Multi Trip (KMT) atau menggunakan metode pembayaran elektronik yang telah terintegrasi dengan aplikasi KAI Access, guna mempercepat proses masuk dan keluar stasiun.
KAI menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Semua kereta telah melewati uji kelayakan teknis dan pengemudi telah menjalani pelatihan tambahan mengenai prosedur darurat.
Dengan pemulihan operasional ini, diharapkan beban transportasi publik dapat berkurang, mengurangi kemacetan di jalan raya, serta mendukung produktivitas ekonomi pada hari kerja.