Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya (Kanim Surabaya) meningkatkan kapasitas pengawasan terhadap orang asing dengan menyalurkan sekitar 400 akun mata digital berbasis sistem APOA (Automatic Person Observation and Analysis). Inisiatif ini merupakan upaya strategis pemerintah untuk memperkuat kontrol migrasi di wilayah kerja yang meliputi beragam sektor vital.
APOA merupakan platform digital yang memungkinkan petugas imigrasi memantau pergerakan dan aktivitas orang asing secara real‑time melalui data biometrik, catatan perjalanan, serta integrasi dengan sistem keamanan daerah. Setiap akun mata digital dikelola oleh petugas terlatih yang memiliki otoritas untuk mengakses informasi relevan tanpa mengganggu privasi warga negara.
Berikut ini adalah sektor‑sektor strategis di mana akun APOA aktif tersebar:
- Pelabuhan dan bandara
- Terminal bus antar kota
- Area industri dan kawasan perdagangan
- Instansi pemerintah daerah
- Fasilitas pendidikan internasional
- Hotel dan penginapan berskala menengah‑tinggi
Dengan penyebaran tersebut, Kanim Surabaya dapat melakukan identifikasi cepat terhadap potensi pelanggaran izin tinggal, pekerjaan ilegal, atau aktivitas yang mencurigakan. Data yang terkumpul selanjutnya diolah menggunakan algoritma analitik untuk menghasilkan peringatan dini kepada tim lapangan.
Direktur Kanim Surabaya, Irwan Hidayat, menyatakan, “Penerapan 400 mata digital APOA menandai langkah maju dalam modernisasi pengawasan imigrasi. Kami menargetkan peningkatan akurasi deteksi hingga 70 persen dibandingkan metode konvensional.” Ia menambahkan bahwa pelatihan intensif telah diberikan kepada seluruh petugas yang akan mengoperasikan sistem, memastikan standar operasional prosedur (SOP) dipatuhi secara ketat.
Implementasi ini juga diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi bagi orang asing yang mematuhi regulasi, sekaligus menurunkan beban administrasi pada kantor imigrasi. Selain itu, kolaborasi dengan aparat keamanan daerah memungkinkan penindakan yang lebih terkoordinasi ketika ditemukan pelanggaran.
Pengawasan berbasis teknologi ini sejalan dengan agenda digitalisasi layanan publik yang dicanangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pemerintah menilai bahwa integrasi data lintas sektor dapat meminimalisir celah keamanan dan meningkatkan efektivitas kebijakan migrasi nasional.
Ke depan, Kanim Surabaya berencana menambah jumlah mata digital APOA serta memperluas jangkauan ke wilayah lain di Jawa Timur, sejalan dengan upaya nasional untuk menciptakan sistem imigrasi yang lebih transparan, responsif, dan berbasis data.