Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi mengaktifkan layanan ekspor langsung melalui Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, menandai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas logistik daerah.
Layanan ini memungkinkan produsen lokal mengirimkan komoditas mereka ke pasar internasional tanpa perantara di pelabuhan lain, mempercepat proses pengurusan dokumen dan menurunkan biaya transportasi.
Beberapa komoditas utama yang diperkirakan akan mengalir lewat Pelabuhan Kijing antara lain kelapa sawit, kayu olahan, hasil perikanan, serta produk agrikultur seperti karet dan kopi. Dengan fasilitas baru, estimasi nilai ekspor wilayah dapat meningkat hingga dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.
Berikut beberapa manfaat utama layanan ekspor ini:
- Pengurangan waktu transit: Proses pengiriman dipersingkat karena dokumen dapat diselesaikan di satu lokasi.
- Penghematan biaya: Tarif pelayaran dan handling yang lebih kompetitif dibandingkan pelabuhan tradisional.
- Peningkatan daya saing UMKM: Pelaku usaha kecil mendapatkan akses pasar global yang lebih mudah.
- Pendorong investasi: Infrastruktur pelabuhan yang modern menarik minat investor logistik dan industri pengolahan.
Pemerintah provinsi menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan fasilitas pendukung, termasuk gudang penyimpanan berpendingin, sistem manajemen rantai pasok digital, serta pelatihan sumber daya manusia di sektor logistik.
Dengan layanan ekspor ini, Kalimantan Barat berharap dapat memperkuat posisi sebagai gerbang perdagangan laut di Pulau Borneo, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor ekspor terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).