Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil mengangkut total 21.563.901 ton batu bara selama periode Januari hingga Mei 2026. Angkutan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperlancar rantai pasok logistik nasional, terutama bagi industri energi dan manufaktur yang sangat bergantung pada bahan bakar batu bara.
Berikut beberapa poin utama terkait pencapaian tersebut:
- Volume angkutan mencapai lebih dari 21,5 juta ton dalam lima bulan pertama tahun 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Penggunaan jalur kereta api sebagai moda transportasi utama membantu mengurangi ketergantungan pada transportasi darat, sehingga menurunkan biaya logistik dan emisi karbon.
- Rute utama yang dilalui meliputi jalur dari tambang di Kalimantan dan Sumatera menuju pelabuhan ekspor serta pembangkit listrik di Jawa.
- KAI berencana meningkatkan kapasitas angkut dengan menambah armada lokomotif dan gerbong khusus batu bara pada paruh kedua tahun 2026.
Data akumulatif ini juga mencerminkan peran strategis KAI dalam mendukung stabilitas pasokan energi nasional. Dengan volume angkutan yang tinggi, KAI berkontribusi pada kelancaran distribusi batu bara ke titik konsumen akhir, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Ke depan, KAI menargetkan peningkatan efisiensi operasional melalui penerapan teknologi pemantauan real-time dan optimalisasi jadwal kereta, yang diharapkan dapat menambah volume angkutan hingga 30 juta ton pada akhir tahun 2026.