Setapak Langkah – 06 April 2026 | Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi mengumumkan bahwa jalan lintas penghubung antara Jambi dan Sumatera Barat melalui jalur Sungai Penuh‑Tapan sudah resmi dibuka untuk lalu lintas kendaraan pascalongsor. Penyerahan jalur ini menandai selesainya serangkaian pekerjaan perbaikan yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.
Proyek revitalisasi jalan tersebut meliputi penguatan pondasi, pemulihan lapisan aspal, serta pemasangan sistem drainase yang mampu menahan curah hujan tinggi di wilayah pegunungan. Seluruh tahap konstruksi selesai tepat waktu, memungkinkan pengujian beban berat pada awal bulan ini.
Manfaat Strategis
- Kelancaran transportasi: Warga dapat menempuh perjalanan antara Sungai Penuh dan Tapan dalam waktu yang jauh lebih singkat, mengurangi waktu tempuh rata-rata dari 3,5 jam menjadi sekitar 2 jam.
- Peningkatan ekonomi lokal: Akses yang lebih baik memperlancar distribusi hasil pertanian, kerajinan, dan produk UMKM, meningkatkan pendapatan petani dan pengrajin.
- Pariwisata: Kawasan pegunungan dan dataran tinggi di sekitar rute kini lebih mudah dijangkau oleh wisatawan, membuka peluang pengembangan ekowisata.
- Keselamatan: Jalan yang diperbaiki dilengkapi dengan marka jalan, rambu keselamatan, dan area penurunan kecepatan di titik-titik rawan kecelakaan.
BPJN Jambi menegaskan bahwa pemeliharaan rutin akan dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas jalan, terutama mengingat kondisi geografis yang menantang. Selain itu, pemerintah daerah setempat berkomitmen menyediakan layanan darurat dan pertolongan pertama di beberapa pos strategis sepanjang rute.
Dengan terbukanya jalan lintas Sungai Penuh‑Tapan untuk kendaraan pascalongsor, diharapkan konektivitas antar provinsi semakin terintegrasi, memperkuat jaringan transportasi darat di Sumatera serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.