Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Sabtu, 9 Mei, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa setiap serangan terhadap kapal tanker minyak atau kapal dagang milik Iran akan memicu respons militer terhadap Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang menanggapi meningkatnya ketegangan di wilayah Teluk Persia.
IRGC menegaskan bahwa kapal-kapal Iran menjadi sasaran potensial setelah beberapa insiden yang melibatkan kapal-kapal asing di kawasan tersebut. Pihak militer menambahkan bahwa mereka siap meluncurkan serangan balasan yang proporsional jika terjadi agresi terhadap aset maritim Iran.
Beberapa poin penting yang disampaikan IRGC:
- Serangan terhadap kapal Iran akan dianggap sebagai tindakan agresi terhadap kedaulatan nasional.
- Respons militer akan diarahkan kepada target strategis milik AS di wilayah tersebut.
- Iran berhak mempertahankan haknya atas jalur pelayaran laut internasional.
Pernyataan ini memicu keprihatinan di kalangan diplomatik internasional. Beberapa analis memperingatkan bahwa eskalasi militer di Teluk Persia dapat mengganggu pasokan minyak global dan meningkatkan ketidakstabilan ekonomi regional.
Amerika Serikat belum mengeluarkan komentar resmi terkait ancaman tersebut, namun pihak Pentagon diperkirakan sedang memantau situasi dengan cermat. Sementara itu, negara-negara lain di kawasan, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menyerukan dialog untuk meredakan ketegangan.
Jika ancaman ini terwujud, implikasinya tidak hanya terbatas pada hubungan militer, melainkan juga dapat memengaruhi harga minyak dunia, arus perdagangan, serta stabilitas politik di Timur Tengah.