Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Festival budaya Iraw Tengkayu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara, berhasil kembali masuk dalam kalender nasional Karisma Event dan kini resmi terdaftar sebagai bagian dari Karnaval Ekonomi Nasional (KEN) 2026. Keberhasilan ini diraih meskipun anggaran penyelenggaraan mengalami pemotongan signifikan pada tahun anggaran berjalan.
Penetapan Iraw Tengkayu dalam agenda KEN 2026 menandakan pengakuan atas nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang dimiliki festival tersebut. Sebagai ajang yang menampilkan seni tradisional, musik, tarian, serta kuliner khas Suku Dayak dan budaya Melayu, Iraw Tengkayu berpotensi menarik ribuan wisatawan domestik dan mancanegara, meningkatkan pendapatan sektor pariwisata dan UMKM setempat.
Berikut beberapa faktor utama yang mendukung pencapaian ini:
- Keunikan budaya lokal: Iraw Tengkayu menonjolkan warisan budaya Dayak yang jarang dipromosikan secara luas, sehingga menjadi daya tarik eksklusif.
- Dukungan pemerintah daerah: Meskipun anggaran dipotong, pemerintah kota tetap mengalokasikan sumber daya manusia dan logistik yang optimal.
- Kolaborasi lintas sektor: Kerjasama antara Dinas Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, serta pelaku industri kreatif memperkuat kualitas acara.
- Strategi pemasaran digital: Pemanfaatan media sosial dan platform streaming meningkatkan visibilitas festival hingga tingkat nasional.
Anggaran yang dipangkas sebesar sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya menimbulkan tantangan dalam hal penyediaan sarana, promosi, dan honor artis. Untuk mengatasi hal tersebut, panitia melakukan restrukturisasi anggaran dengan memprioritaskan elemen esensial, seperti keamanan, kebersihan, dan pengelolaan sampah, serta mengoptimalkan sponsor lokal.
Berikut ringkasan alokasi anggaran setelah pemotongan:
| Komponen | Anggaran Awal (IDR) | Anggaran Setelah Pemotongan (IDR) |
|---|---|---|
| Logistik & Perlengkapan | 2.500.000.000 | 1.750.000.000 |
| Pemasaran & Promosi | 1.200.000.000 | 840.000.000 |
| Honor Artis & Budaya | 800.000.000 | 560.000.000 |
| Keamanan & Kebersihan | 500.000.000 | 500.000.000 |
Dengan penyesuaian tersebut, panitia tetap dapat menyelenggarakan rangkaian acara utama, termasuk pertunjukan tari tradisional, lomba musik akustik, serta pameran kerajinan tangan. Selain itu, festival ini akan menjadi platform bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk lokal, yang diharapkan dapat meningkatkan omset rata-rata sebesar 15% selama periode acara.
Para tokoh budaya setempat menyambut baik keputusan KEN 2026, menyatakan bahwa festival ini tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Tarakan. Mereka menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan festival tetap berdaya saing pada edisi-edisi berikutnya.