Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Iran sedang memperkuat hubungan dagang dengan China melalui jalur kereta api lintas benua. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan ekonomi yang diakibatkan oleh blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat, yang menargetkan ekspor minyak dan barang strategis Iran.
Rute kereta api yang menghubungkan Bandar Abbas di Iran dengan Chongqing di China melintasi Turki, Kazakhstan, dan Rusia, memungkinkan pengiriman barang secara darat tanpa melewati jalur laut yang mudah disensor. Pemerintah Iran menilai bahwa jalur darat ini lebih aman dari intervensi militer atau sanksi maritim.
Beberapa keuntungan utama dari penggunaan jalur kereta api antara lain:
- Pengurangan risiko penahanan kapal: Barang tidak lagi harus melewati Selat Hormuz yang menjadi titik rawan intervensi.
- Waktu pengiriman yang kompetitif: Meskipun lebih lama dibandingkan transportasi laut, kereta api dapat menyeimbangkan kecepatan dengan keamanan.
- Biaya logistik yang stabil: Tarif pengiriman darat lebih dapat diprediksi karena tidak terpengaruh langsung pada fluktuasi harga bahan bakar laut.
Berikut perkiraan volume perdagangan yang telah dialihkan melalui jalur kereta api pada kuartal pertama 2024:
| Bulan | Volume (ton) | Jenis Barang |
|---|---|---|
| Januari | 1.200 | Minyak mentah dan produk petrokimia |
| Februari | 1.350 | Bahan baku industri, mesin |
| Maret | 1.480 | Produk pertanian, tekstil |
Para analis menilai bahwa strategi ini dapat menahan dampak ekonomi jangka pendek, namun tantangan infrastruktur dan kapasitas rel masih menjadi hambatan utama. Iran juga berupaya meningkatkan fasilitas pelabuhan alternatif di dalam negeri serta memperluas jaringan rel domestik untuk menampung volume barang yang terus meningkat.
Di sisi lain, China menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari kebijakan Belt and Road Initiative (BRI) yang menekankan konektivitas lintas darat. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat posisi kedua negara dalam rantai pasokan regional sekaligus mengurangi ketergantungan pada jalur laut tradisional yang kini berada di bawah pengawasan ketat Barat.