Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Bank Indonesia baru‑baru ini menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 %. Kenaikan ini menjadi faktor utama yang membuat banyak calon pembeli mobil menunda rencana pembelian mereka.
Pengaruh pada perilaku konsumen
Dengan biaya kredit yang lebih tinggi, beban cicilan bulanan naik secara signifikan. Sebagian besar konsumen menilai bahwa membeli mobil baru menjadi kurang terjangkau, terutama bagi segmen menengah yang menjadi pendorong utama pasar otomotif domestik.
Dampak pada penjualan otomotif
Penurunan penjualan tidak hanya terasa pada mobil konvensional, tetapi juga pada segmen kendaraan listrik (EV) yang sedang dalam fase pertumbuhan. Produsen melaporkan penurunan order dealer dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Penjualan mobil penumpang turun diperkirakan 8‑10 % secara kuartalan.
- Penjualan EV menurun sekitar 12 % meski terdapat insentif pemerintah.
- Dealer mengalami penurunan stok mobil baru karena produsen menyesuaikan produksi.
Respons industri
Beberapa produsen merespon dengan menunda ekspansi pabrik dan menyesuaikan target penjualan tahunan. Di sisi lain, mereka meningkatkan promosi pembiayaan alternatif, seperti skema sewa‑beli dengan bunga tetap atau program subsidi bunga dari lembaga keuangan mitra.
Prospek ke depan
Jika suku bunga tetap pada level yang relatif tinggi, tekanan pada pasar otomotif dapat berlanjut selama beberapa kuartal. Namun, apabila kebijakan moneter melonggarkan kembali, permintaan diproyeksikan akan pulih secara bertahap, terutama bila dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik tetap kuat.