Setapak Langkah – 03 Juli 2026 | Pemerintah Republik Indonesia resmi memulai tahap konstruksi dua kapal selam kelas Scorpène yang dikerjakan oleh PT PAL bekerja sama dengan Naval Group Prancis. Proyek ini merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL yang ditandatangani pada awal tahun 2024.
Berikut beberapa poin penting terkait program ini:
- Tujuan strategis: Penambahan kapal selam Scorpène diharapkan memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia serta meningkatkan kemandirian operasional di wilayah perairan yang luas.
- Spesifikasi utama: Setiap kapal selam memiliki panjang sekitar 66 meter, daya jelajah lebih dari 7.500 mil laut, dan dilengkapi dengan torpedo serta sistem senjata anti‑kapal modern.
- Skala produksi: Dua unit pertama akan dibangun di galangan PT PAL di Surabaya, dengan estimasi penyelesaian masing‑masing pada tahun 2028.
- Manfaat ekonomi: Proyek ini diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta mentransfer teknologi tinggi ke industri galangan kapal domestik.
- Pembiayaan: Total nilai kontrak diperkirakan mencapai US$1,2 miliar, yang sebagian besar dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Implementasi program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat basis industri pertahanan nasional. Dengan melibatkan PT PAL, perusahaan milik negara, diharapkan transfer pengetahuan dan keahlian teknis dari Naval Group dapat mempercepat pengembangan kapasitas desain dan produksi kapal selam di dalam negeri.
Selain aspek militer, keberadaan kapal selam Scorpène juga berpotensi meningkatkan posisi Indonesia dalam kerjasama keamanan maritim regional, khususnya dalam mengamankan jalur perdagangan penting di Selat Malaka dan Laut Natuna.