Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan Senin mengalami penurunan sebesar 94,34 poin, setara dengan penurunan 1,40 persen dari penutupan hari sebelumnya. Penurunan ini menandai awal minggu yang kurang menguntungkan bagi pasar saham Indonesia.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada pergerakan negatif ini antara lain:
- Data ekonomi global yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan di wilayah utama, menurunkan sentimen investor.
- Penguatan dolar AS yang mengurangi daya beli investor asing terhadap aset berdenominasi rupiah.
- Ketidakpastian terkait kebijakan moneter di Amerika Serikat yang memicu volatilitas di pasar emerging market.
Berikut ringkasan data teknis IHSG pada pembukaan Senin:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Penutupan Jumat | 6.720,00 |
| Pembukaan Senin | 6.625,66 |
| Perubahan Poin | -94,34 |
| Persentase Perubahan | -1,40% |
Sector-sektor yang paling terdampak pada pembukaan ini adalah sektor keuangan, energi, dan properti, yang masing-masing mencatat penurunan lebih dari 1,5 persen. Sementara sektor konsumerial relatif lebih stabil, meski tetap berada di bawah tekanan.
Para analis pasar memperkirakan bahwa volatilitas dapat terus berlanjut hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga di Amerika Serikat dan data inflasi domestik. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati, memperhatikan level support penting pada IHSG di sekitar 6.600 poin, dan menyesuaikan portofolio sesuai dengan toleransi risiko masing-masing.