Setapak Langkah – 27 April 2026 | Ibrahim Arief menegaskan bahwa total harta bersihnya sebesar Rp16,9 miliar berasal dari bonus saham yang diberikan oleh perusahaan e‑commerce Bukalapak, bukan hasil korupsi atau penyalahgunaan wewenang.
Di samping menegaskan sumber kekayaannya, Ibrahim juga membantah tuduhan terkait dugaan korupsi laptop Chromebook yang konon diduga melibatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia menegaskan tidak ada kaitan antara bonus saham Bukalapak dengan kasus tersebut, serta tidak pernah menerima atau menyalahgunakan fasilitas apapun dari kementerian.
Beberapa pihak menganggap klarifikasi ini penting untuk menjaga citra publik, mengingat posisi Ibrahim yang pernah menjabat sebagai pejabat tinggi di sektor teknologi dan pendidikan.
- Jumlah harta bersih: Rp16,9 miliar
- Sumber utama: Bonus saham Bukalapak
- Tuduhan: Korupsi laptop Chromebook Kemendikbudristek
- Respons: Penolakan dan klarifikasi resmi
Hingga kini, belum ada bukti tambahan yang menguatkan tuduhan korupsi tersebut, dan pihak berwenang belum mengeluarkan pernyataan resmi. Ibrahim menutup pernyataannya dengan harapan agar publik dapat menilai fakta secara objektif tanpa prasangka.