Setapak Langkah – 05 Juli 2026 | Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), pada acara penting menegaskan pentingnya pengelolaan sampah terpadu sebagai gerakan nasional untuk melindungi lingkungan, meningkatkan kesehatan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ia menyoroti bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik menjadi sumber pencemaran air, udara, dan tanah, serta memicu penyebaran penyakit. Oleh karena itu, integrasi antara pengurangan, pemilahan, daur ulang, dan pemrosesan akhir harus menjadi standar di setiap tingkat pemerintahan dan masyarakat.
Beberapa langkah konkrit yang disarankan Ibas meliputi:
- Pembentukan tim koordinasi sampah terpadu di tingkat provinsi dan kabupaten.
- Peningkatan fasilitas pemilahan dan daur ulang, termasuk pusat pengolahan sampah organik.
- Penerapan insentif fiskal bagi usaha yang mengadopsi praktik zero‑waste.
- Pendidikan dan sosialisasi berkelanjutan di sekolah serta media massa.
- Pelibatan komunitas lokal dalam program bank sampah dan program ekonomi sirkular.
Dalam pidatonya, Ibas juga menekankan peran ekonomi hijau, dimana sektor pengolahan sampah dapat menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi beban biaya kesehatan, serta meningkatkan pendapatan daerah melalui penjualan bahan daur ulang.
Ia mengajak semua pihak—pemerintah, swasta, LSM, hingga warga—untuk berkolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif. “Pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama,” tuturnya.