Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memperlihatkan komitmen kuatnya terhadap pengembangan pendidikan vokasi dengan menyerahkan satu unit truk Hino 300 lengkap beserta komponen kendaraan pendukung kepada SMKN 5 Makassar pada tanggal 18 April 2024. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada peningkatan kualitas pelatihan praktis bagi siswa jurusan teknik otomotif.
Truk Hino 300 yang diserahkan dilengkapi dengan sistem kelistrikan, rem hidrolik, serta perlengkapan keselamatan standar pabrik. Selain itu, HMSI juga menyediakan alat diagnostik dan suku cadang penting yang dapat digunakan dalam kegiatan praktik harian siswa. Dengan fasilitas ini, SMKN 5 Makassar diharapkan dapat menyelenggarakan modul pembelajaran yang lebih realistis dan sesuai standar industri otomotif modern.
Direktur HMSI, Budi Santoso, dalam sambutannya mengungkapkan, “Kami percaya bahwa tenaga kerja terampil merupakan aset utama bagi industri otomotif nasional. Melalui pemberian truk praktik ini, kami ingin membuka peluang bagi generasi muda Makassar untuk menguasai teknologi kendaraan komersial secara langsung di lingkungan belajar mereka.”
Kepala SMKN 5 Makassar, Drs. H. Ahmad Fauzi, M.Pd., menambahkan, “Pengadaan truk praktik ini sangat berarti bagi kurikulum kami. Siswa akan dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas ke dalam situasi nyata, sehingga meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja setelah lulus.”
Beberapa manfaat yang diharapkan dari penyerahan ini antara lain:
- Peningkatan kompetensi teknis siswa dalam perawatan dan perbaikan truk komersial.
- Peningkatan peluang kerja bagi lulusan SMKN 5 Makassar di sektor otomotif regional.
- Peningkatan kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan vokasi.
Program ini juga menjadi langkah awal bagi HMSI untuk memperluas jaringan kerja sama dengan lebih banyak sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia. Pihak perusahaan menyatakan niatnya akan terus mendukung fasilitas praktis serupa di daerah lain, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi nasional.