Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Universitas Widyatama (Unwiku) Purwokerto baru saja menggelar Wisuda ke-64 yang menandai kelulusan 477 sarjana dari berbagai program studi. Acara puncak ini dihadiri oleh para wisudawan, keluarga, serta jajaran pimpinan kampus, termasuk Rektor Unwiku Purwokerto yang menyampaikan pesan penting terkait tantangan era kecerdasan buatan (AI).
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pencapaian akademik, termasuk IPK tinggi, tidak lagi menjadi satu‑satunya tolak ukur kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja. Ia menyoroti bagaimana AI semakin mendominasi proses bisnis, riset, dan layanan publik, sehingga menuntut lulusan untuk memiliki kompetensi yang melampaui sekadar pengetahuan teoritis.
Rektor menambahkan bahwa integritas pribadi dan etika profesional menjadi landasan utama dalam memanfaatkan teknologi canggih. Tanpa keduanya, penggunaan AI dapat menimbulkan risiko etis dan reputasi buruk bagi individu maupun institusi.
- Berpikir kritis dan mampu menginterpretasi hasil AI, bukan sekadar menerima output mentah.
- Mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
- Menjaga etika kerja, kejujuran, dan tanggung jawab sosial dalam setiap proyek berbasis teknologi.
- Terus belajar melalui kursus singkat, sertifikasi, atau pelatihan mandiri untuk mengikuti perkembangan AI.
- Membangun jaringan profesional dan kolaborasi lintas disiplin untuk memperluas wawasan.
Pesan tersebut diharapkan menjadi refleksi bagi para lulusan baru agar tidak berpuas diri pada nilai akademik semata, melainkan mengasah kemampuan adaptif, inovatif, serta moralitas yang kuat dalam menghadapi persaingan kerja yang kini sangat dipengaruhi oleh AI.