Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda. Berdasarkan data seismik, deformasi tanah, dan gas vulkanik, PVGB menetapkan status siaga dengan radius bahaya tiga kilometer dari pusat erupsi.
Zona berisiko mencakup wilayah Pasuruan, Probolinggo, dan sebagian pesisir selatan Jawa serta bagian selatan Lampung. Masyarakat yang berada dalam zona ini diimbau untuk mematuhi arahan pihak berwenang, termasuk menyiapkan rencana evakuasi dan menghindari area pantai yang berpotensi terkena tsunami.
Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan bagi penduduk dan pengunjung:
- Ikuti informasi resmi melalui BMKG, PVMBG, dan otoritas daerah.
- Siapkan tas darurat berisi dokumen penting, pakaian, makanan ringan, dan senter.
- Identifikasi jalur evakuasi terdekat dan titik kumpul yang telah ditetapkan.
- Hindari kegiatan di pantai, perahu, atau area rendah selama peringatan aktif.
- Jika terjadi gempa atau bunyi letusan, segera meninggalkan area bahaya dan melaporkan kondisi ke layanan darurat.
Sejarah erupsi Anak Krakatau, terutama letusan destruktif pada tahun 2018, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan. Letusan tersebut menimbulkan tsunami yang mengakibatkan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur pesisir.
PVMBG menegaskan bahwa status siaga dapat berubah menjadi peringatan atau darurat tergantung pada intensitas aktivitas vulkanik. Oleh karena itu, warga di sekitar zona bahaya diminta tetap waspada, menjaga komunikasi dengan pihak berwenang, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.