Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat siap mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi operasional dan keuangan kebun binatang yang selama ini berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup.
Beberapa permasalahan yang menjadi dasar pertimbangan meliputi penurunan jumlah pengunjung, kendala dalam perawatan satwa, serta terbatasnya sumber pendanaan untuk renovasi fasilitas. Gubernur menilai bahwa pengelolaan berbasis BUMD dapat menghadirkan model bisnis yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Rencana pengalihan dikelola melalui tahapan berikut:
- Pembentukan tim koordinasi yang melibatkan perwakilan pemerintah provinsi, BUMD, dan pakar konservasi.
- Pelaksanaan audit keuangan dan operasional kebun binatang untuk menilai aset serta kewajiban.
- Penyusunan perjanjian kerja sama yang mencakup hak dan kewajiban masing‑masing pihak.
- Implementasi strategi manajemen baru yang fokus pada peningkatan kesejahteraan satwa, modernisasi infrastruktur, serta pengembangan program edukasi dan wisata.
Target awal pengalihan operasional ditetapkan pada kuartal kedua tahun 2025, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas layanan dalam jangka pendek. Gubernur menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan hewan sebagai prioritas utama.
Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan pendapatan dari tiket masuk, penciptaan lapangan kerja baru, serta kontribusi terhadap perekonomian kreatif daerah. Selain itu, kebun binatang diharapkan menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pelajar dan keluarga.
Berbagai pihak, termasuk organisasi pecinta satwa dan pelaku sektor pariwisata, menyambut baik inisiatif ini. Namun, sebagian kalangan menekankan perlunya transparansi penuh dalam proses pengalihan serta pengawasan independen untuk memastikan standar kesejahteraan hewan terpenuhi.
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan Kebun Binatang Bandung sebagai ikon wisata berkelanjutan yang mengedukasi masyarakat sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati.