Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi medis yang dapat berkembang cepat dan mengancam jiwa bila tidak ditangani tepat waktu. Sayangnya, gejala awalnya sering kali disamarkan dengan keluhan umum sehingga banyak orang mengabaikannya.
Gejala yang sering terlewat
- Nyeri perut berawal di sekitar pusar dan kemudian beralih ke sisi kanan bawah (panggul kanan).
- Kehilangan nafsu makan secara tiba‑tiba, sering diikuti rasa mual.
- Muntah yang muncul setelah rasa mual, meski tidak selalu terjadi.
- Demam ringan yang dapat meningkat drastis menjadi demam tinggi dalam beberapa jam.
- Sembelit atau diare tanpa penyebab jelas.
- Nyeri yang bertambah saat bergerak, batuk, atau mengubah posisi tubuh, serta rasa nyeri saat ditekan kemudian terasa lebih tajam saat tekanan dilepaskan (tanda rebound).
Kapan harus segera ke dokter
Jika Anda mengalami kombinasi gejala di atas, terutama nyeri yang berpindah ke perut kanan bawah disertai demam mendadak atau muntah, segeralah mencari pertolongan medis. Penundaan dapat meningkatkan risiko perforasi usus buntu, yang memerlukan perawatan intensif.
Proses diagnosis
Dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik, tes darah untuk mengecek tanda infeksi, dan pencitraan seperti USG atau CT‑scan perut. Hasil‑hasil tersebut membantu memastikan apakah usus buntu menjadi penyebab keluhan.
Penanganan yang paling umum adalah operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi), baik melalui sayatan terbuka maupun laparoskopi. Pada kasus tertentu, antibiotik dapat diberikan sebagai langkah awal bila operasi belum memungkinkan.
Mengidentifikasi gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Selalu waspada terhadap rasa nyeri yang tidak biasa di perut, terutama bila disertai demam atau perubahan kebiasaan buang air besar.