Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penggunaan gas alam terkompresi (CNG) untuk menggantikan tabung LPG 3 kg dalam sektor rumah tangga dan transportasi mulai tahun ini.
Pemerintah berencana menyesuaikan desain tabung CNG agar cocok dengan peralatan yang selama ini menggunakan LPG 3 kg. Penyesuaian ini mencakup perubahan dimensi, bahan pelindung, serta sistem pengaman yang sesuai dengan tekanan kerja CNG yang jauh lebih tinggi.
- Tekanan kerja CNG sekitar 250 bar, jauh di atas tekanan LPG yang hanya 5–10 bar.
- Efisiensi energi CNG lebih tinggi, menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah dibanding LPG.
- Harga bahan bakar CNG diperkirakan lebih stabil karena didukung oleh cadangan gas alam dalam negeri.
Untuk mewujudkan transisi ini, ESDM telah menyiapkan beberapa langkah strategis:
- Peningkatan jaringan distribusi CNG di wilayah perkotaan dan kawasan industri.
- Pengadaan tabung CNG dengan standar keselamatan baru yang telah disesuaikan untuk penggunaan rumah tangga.
- Subsidi atau insentif bagi konsumen yang beralih dari LPG ke CNG pada fase awal implementasi.
- Pelatihan teknisi dan mekanik mengenai instalasi serta perawatan tabung CNG.
Jika target tercapai, pemerintah memperkirakan penurunan signifikan pada konsumsi LPG impor serta penurunan emisi gas rumah kaca. Selain itu, penggunaan CNG diharapkan dapat mengurangi beban biaya energi bagi masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas ke LPG.
Namun, beberapa tantangan masih harus diatasi, antara lain kebutuhan investasi besar untuk memperluas jaringan pipa CNG, serta penyesuaian regulasi keamanan tabung yang lebih ketat. Pemerintah berjanji akan terus memantau progres dan menyesuaikan kebijakan guna memastikan transisi berjalan lancar.