Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Industri gim dan esports di Indonesia kini menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda. Dengan pertumbuhan pengguna internet yang terus meningkat, permintaan akan konten digital interaktif dan kompetisi daring mengalami lonjakan signifikan.
Ekraf (Badan Ekonomi Kreatif) berperan aktif dalam mendukung talenta lokal melalui program pelatihan, inkubasi, dan pendanaan. Inisiatif ini tidak hanya memfasilitasi penciptaan game, tetapi juga menguatkan ekosistem yang meliputi produksi konten, pemasaran, manajemen turnamen, serta layanan teknologi pendukung.
Berbagai jenis pekerjaan mulai muncul, antara lain:
- Desainer karakter dan level game
- Programmer dan engineer AI
- Manajer komunitas dan media sosial
- Event organizer turnamen esports
- Analisis data pemain dan performa tim
- Spesialis pemasaran digital khusus industri game
Berikut perkiraan pertumbuhan pasar game dan esports Indonesia dalam lima tahun ke depan:
| Tahun | Nilai Pasar (USD) | Pertumbuhan Tahunan (%) |
|---|---|---|
| 2023 | 1,5 miliar | 12 |
| 2024 | 1,7 miliar | 13 |
| 2025 | 2,0 miliar | 15 |
| 2026 | 2,3 miliar | 14 |
| 2027 | 2,7 miliar | 16 |
Dengan data tersebut, kebutuhan akan tenaga terampil semakin jelas. Pemerintah dan sektor swasta diharapkan terus berkolaborasi dengan Ekraf untuk memperluas program beasiswa, pelatihan vokasional, serta jaringan mentor yang dapat menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan industri digital.
Secara keseluruhan, ekosistem game dan esports tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang membuka peluang kerja beragam, meningkatkan keterampilan digital, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah kompetisi global.