Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Rully Arya Wisnubroto, Kepala Penelitian sekaligus Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai bahwa pidato Presiden Jokowi pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memberikan dorongan signifikan bagi proses hilirisasi di Indonesia. Menurutnya, arahan Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat nilai tambah produk dalam negeri, khususnya di sektor pertambangan, energi, dan manufaktur.
Beberapa poin penting yang diangkat dalam pidato Presiden meliputi:
- Penguatan kebijakan fiskal yang mendukung investasi pada fasilitas pengolahan akhir.
- Peningkatan insentif pajak bagi perusahaan yang mengembangkan teknologi hilirisasi.
- Pembentukan kemitraan strategis antara BUMN dan swasta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung.
- Target ekspor produk hilir yang lebih tinggi dalam lima tahun ke depan.
Wisnubroto menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan pendapatan negara melalui nilai tambah yang lebih besar. Ia juga mengingatkan bahwa realisasi kebijakan harus didukung oleh kepastian regulasi dan penyederhanaan perizinan.
Dari sudut pandang pasar modal, analis menilai bahwa kebijakan hilirisasi yang terintegrasi dapat menarik aliran modal asing dan domestik ke sektor industri pengolahan. Hal ini berpotensi meningkatkan likuiditas saham perusahaan terkait serta menciptakan peluang investasi baru dalam bidang teknologi pengolahan.
Secara keseluruhan, ekonom menilai bahwa pidato Presiden tidak hanya bersifat retoris, melainkan menjadi landasan kebijakan yang dapat mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju nilai tambah yang lebih tinggi.