Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono, menekankan pentingnya kolaborasi ekonomi antara kedua negara untuk menciptakan sebuah “economic powerhouse” yang mampu bertahan dalam gejolak ekonomi global. Dalam sebuah pertemuan resmi, ia menyoroti peluang sinergi di sektor perdagangan, investasi, serta inovasi teknologi yang dapat memperkuat daya saing kedua negara.
Beberapa bidang yang dianggap memiliki potensi terbesar antara lain:
- Energi terbarukan: Kolaborasi dalam proyek tenaga surya dan angin dapat mempercepat transisi energi bersih.
- Teknologi digital: Pertukaran pengetahuan di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, dan e‑commerce.
- Manufaktur berkelanjutan: Pengembangan rantai pasok yang ramah lingkungan untuk produk elektronik dan otomotif.
- Pariwisata berkelanjutan: Promosi destinasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian alam.
Selain itu, Duta Besar menekankan pentingnya peningkatan investasi langsung (FDI) yang didukung oleh kebijakan yang transparan dan insentif yang menarik bagi investor. Ia mengusulkan pembentukan forum bisnis bilateral yang rutin, serta perjanjian kerjasama yang lebih fleksibel dalam hal regulasi dan standar mutu.
Dalam rangka menanggulangi krisis global, Siswo Pramono juga mengingatkan perlunya diversifikasi pasar. Indonesia tidak boleh bergantung pada satu atau dua mitra ekonomi saja, begitu pula Australia. Dengan memperluas jaringan perdagangan ke sektor‑sektor baru, kedua negara dapat mengurangi risiko eksternal dan memperkuat ketahanan ekonomi domestik.
Harapan akhir dari pernyataan tersebut adalah terciptanya ekosistem ekonomi yang inklusif, inovatif, dan resilien—suatu model yang dapat dijadikan contoh bagi negara‑negara lain di wilayah ini.