Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang beroperasi sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan pelatihan kemasan produk pada tanggal 18‑20 Mei 2024 di kampus utama UBSI Depok. Kegiatan ini dipimpin oleh Sri Wasiyanti, M.Kom, bersama anggota tim lainnya termasuk Dr. Euis dan beberapa dosen senior yang memiliki keahlian di bidang desain grafis, manajemen produksi, dan pemasaran.
Pelatihan ditujukan bagi pelaku usaha mikro yang mengelola Bank Sampah di wilayah Jabodetabek, khususnya yang menghasilkan produk daur ulang seperti tas anyaman, tempat pensil, dan kerajinan plastik. Tujuan utama acara adalah meningkatkan nilai tambah produk melalui kemasan yang menarik, fungsional, dan ramah lingkungan, sehingga dapat memperluas pasar serta meningkatkan pendapatan usaha.
Selama tiga hari, peserta diajarkan langkah‑langkah praktis, antara lain:
- Analisis kebutuhan pasar dan tren desain kemasan terkini.
- Prinsip desain berkelanjutan, termasuk pemilihan bahan kemasan yang dapat didaur ulang atau terurai secara hayati.
- Teknik pembuatan prototipe kemasan menggunakan alat sederhana seperti printer 3D, pemotong laser, dan bahan baku lokal.
- Strategi branding dan penetapan harga yang menyesuaikan nilai tambah kemasan dengan daya beli konsumen.
- Penyusunan rencana pemasaran digital melalui media sosial dan platform e‑commerce.
Selain sesi teori, peserta juga melakukan praktik langsung membuat contoh kemasan untuk produk masing‑masing. Hasilnya, lebih dari 30 tim berhasil menghasilkan prototype kemasan yang siap diproduksi massal.
Representasi Bank Sampah Cikini, yang diwakili oleh Ketua Lembaga, menambahkan bahwa setelah pelatihan, mereka berencana meluncurkan lini produk baru dengan kemasan berlogo dan informatif, sehingga konsumen dapat lebih mudah mengenali keunggulan produk ramah lingkungan.
Tim PkM UBSI juga merencanakan tindak lanjut berupa monitoring bulanan dan pendampingan pemasaran digital selama enam bulan ke depan, guna memastikan keberlanjutan manfaat pelatihan. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mengintegrasikan pendidikan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.