Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Dokter Tifauzia, yang lebih dikenal dengan sebutan Dokter Tifa, baru-baru ini harus menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit setelah mengalami kambuhnya gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) serta tekanan psikologis yang tinggi.
Berikut ini beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kambuhnya GERD pada Dokter Tifa:
- Polah makan tidak teratur, termasuk konsumsi makanan pedas dan berlemak.
- Jam kerja yang panjang tanpa jeda istirahat yang cukup.
- Tekanan emosional terkait kasus hukum yang melibatkan dirinya.
Tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk endoskopi dan tes darah, untuk menilai tingkat keparahan refluks. Hasil menunjukkan adanya iritasi pada esofagus, namun belum ada tanda-tanda komplikasi serius seperti ulkus.
Selama masa rawat inap, Dokter Tifa diberikan terapi kombinasi antara obat penghambat pompa proton (PPI), antasida, serta konseling psikologis untuk mengelola stres. Dokter yang menangani menyarankan beberapa langkah preventif setelah keluar dari rumah sakit, antara lain:
- Mengatur pola makan dengan menghindari makanan asam, pedas, dan berlemak.
- Makan dalam porsi kecil dan tidak langsung berbaring setelah makan.
- Menjaga berat badan ideal dan melakukan olahraga ringan secara teratur.
- Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam untuk mengurangi stres.
- Menjalani kontrol rutin ke dokter spesialis gastroenterologi setidaknya setiap tiga bulan.
Dokter Tifa mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim medis dan mengaku akan lebih memperhatikan kesehatannya di masa mendatang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala GERD dan pentingnya manajemen stres dalam kehidupan sehari-hari.