Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Chatib Basri, Menteri Keuangan, dipanggil ke Istana oleh Presiden Joko Widodo pada pekan ini untuk menyampaikan laporan mengenai ancaman kenaikan harga barang dan jasa akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Dalam pertemuan tersebut, Basri menekankan bahwa depresiasi rupiah yang berkelanjutan dapat memicu inflasi import serta menurunkan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.
| Bulan | Kurs USD/IDR | Inflasi (IHK) |
|---|---|---|
| Januari | 14.500 | 3,5% |
| Februari | 14.800 | 3,7% |
| Maret | 15.200 | 4,0% |
| April | 15.600 | 4,2% |
| Mei | 15.900 | 4,4% |
Dalam upaya menjaga kepercayaan publik, Basri mengusulkan serangkaian langkah kebijakan, antara lain:
- Meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran dengan memprioritaskan belanja produktif yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
- Memperkuat koordinasi antar lembaga terkait untuk menstabilkan pasar valuta asing, termasuk intervensi pasar bila diperlukan.
- Memberlakukan kebijakan fiskal yang bersifat counter-cyclical, seperti penyesuaian tarif bea masuk pada barang-barang yang sangat sensitif terhadap perubahan kurs.
- Mendorong diversifikasi ekspor dan peningkatan nilai tambah produk dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor.
Presiden menegaskan pentingnya kecepatan respons pemerintah dalam mengatasi risiko inflasi, sekaligus menyeimbangkan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Basri akan melanjutkan pemantauan situasi dan menyampaikan rekomendasi lanjutan dalam rapat koordinasi selanjutnya.