Setapak Langkah – 26 April 2026 | Pasar emas dunia diprediksi akan mengalami lonjakan harga pada pekan depan setelah anggota blok BRICS meningkatkan pembelian logam mulia tersebut secara signifikan. Analis pasar mencatat bahwa aksi beli massal ini menjadi pemicu utama kenaikan harga, terutama mengingat ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang sedang berlangsung.
Kebijakan moneter AS yang berada di titik belok, termasuk kemungkinan pelonggaran suku bunga dan sinyal kebijakan yang berfluktuasi, turut memperlemah indeks dolar. Dolar yang melemah biasanya menurunkan beban biaya emas bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga menambah tekanan beli di pasar internasional.
Di sisi lain, negara‑negara BRICS – Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan – menunjukkan minat kuat untuk menambah cadangan emas mereka. Faktor geopolitik, diversifikasi cadangan devisa, serta upaya memperkuat kemandirian ekonomi menjadi alasan utama peningkatan permintaan dari blok tersebut.
Beberapa faktor lain yang memperkuat prospek kenaikan harga antara lain:
- Ketegangan perdagangan global yang masih belum terselesaikan.
- Penurunan produksi tambang baru karena kendala regulasi dan investasi.
- Aliran dana masuk ke produk investasi berbasis emas seperti ETF.
Berikut perkiraan harga emas per ons dalam minggu depan menurut beberapa lembaga riset:
| Hari | Perkiraan Harga (USD/oz) |
|---|---|
| Senin | 1,940 |
| Rabu | 1,950 |
| Jumat | 1,965 |
Meski prospek positif, para pelaku pasar tetap diingatkan untuk memperhatikan volatilitas yang masih tinggi. Pergerakan indeks dolar, data inflasi AS, serta kebijakan suku bunga Fed dapat mengubah sentimen secara cepat. Oleh karena itu, investor disarankan menilai risiko secara menyeluruh sebelum menambah posisi di pasar emas.