Setapak Langkah – 25 Juni 2026 | PT Sokonindo Automobile resmi membuka pre‑booking untuk mobil listrik DFSK E5 Plus pada 23 Juni 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pada hari pertama, ratusan unit sudah terpesan, menandakan antusiasme kuat konsumen Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan.
DFSK E5 Plus merupakan varian terbaru dari lini kendaraan listrik DFSK, menawarkan jarak tempuh hingga 500 km per pengisian penuh, motor listrik berdaya 150 kW, dan desain yang lebih modern dibandingkan model sebelumnya. Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp 450‑550 juta, menempatkannya di segmen menengah‑atas.
Berikut rangkuman spesifikasi utama DFSK E5 Plus:
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Jarak Tempuh | ~500 km (WLTP) |
| Daya Motor | 150 kW (≈203 hp) |
| Kapacitas Baterai | 75 kWh (Lithium‑ion) |
| Waktu Pengisian | 80% dalam 30 menit (fast‑charge) |
| Dimensi | 4.68 m x 1.85 m x 1.58 m |
Antusiasme tinggi terhadap DFSK E5 Plus dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, pemerintah Indonesia terus memperkuat insentif bagi kendaraan listrik, termasuk pengurangan pajak dan subsidi pembelian. Kedua, peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan konsumen memperluas pasar EV. Ketiga, jaringan layanan purna jual PT Sokonindo Automobile yang sudah mapan di sejumlah kota besar memberikan rasa aman bagi pembeli.
Persaingan di segmen mobil listrik Indonesia semakin ketat. Model‑model seperti Wuling Air EV, Hyundai Ioniq 5, dan Toyota bZ4X juga bersaing untuk meraih pangsa pasar. Namun, DFSK E5 Plus menonjolkan kombinasi harga kompetitif, jarak tempuh yang cukup jauh, dan desain interior yang dilengkapi dengan layar infotainment berukuran 12,3 inci serta fitur keselamatan tingkat tinggi.
Dengan lebih dari 300 unit terpesan pada hari pertama, PT Sokonindo Automobile menargetkan penjualan tahunan mencapai 5.000 unit selama tahun pertama produksi. Keberhasilan pre‑booking ini diharapkan menjadi indikator kuat bagi produsen lain untuk mempercepat peluncuran model EV di pasar domestik.
Ke depannya, perusahaan berencana memperluas jaringan pengisian cepat di wilayah Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi baterai dalam negeri guna menurunkan biaya produksi.