Setapak Langkah – 11 Agustus 2026 | JAKARTA – Pemerintah menominasikan Destry Damayanti sebagai satu-satunya calon untuk mengisi jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rangka pergantian pimpinan lembaga moneter utama. Penunjukan tersebut mendapat sorotan khusus dari lembaga riset kebijakan publik CELIOS, yang menegaskan bahwa proses seleksi tidak dipengaruhi oleh pertimbangan gender melainkan didasarkan pada kapasitas, kompetensi, dan rekam jejak profesional calon.
- Kapasitas Teknis: Pengalaman luas dalam bidang ekonomi makro, kebijakan moneter, serta manajemen risiko membuatnya memenuhi kualifikasi teknis yang dibutuhkan.
- Keahlian Kebijakan: Rekam jejaknya dalam merumuskan kebijakan fiskal dan perbankan di lembaga-lembaga sebelumnya menunjukkan pemahaman mendalam tentang dinamika pasar keuangan Indonesia.
- Integritas Profesional: Selama kariernya, Destry dikenal konsisten menjaga transparansi dan etika kerja, faktor penting dalam mengawasi sistem perbankan nasional.
CELIOS menambahkan bahwa tidak ada bukti atau dokumen yang menunjukkan adanya pertimbangan khusus terkait jenis kelamin dalam proses penunjukan. Lembaga tersebut menekankan bahwa fokus utama tetap pada pencapaian tujuan kebijakan moneter, pengendalian inflasi, serta stabilitas sistem keuangan.
Pengangkatan seorang wanita sebagai calon tunggal dalam posisi strategis ini sekaligus menambah percakapan publik mengenai kesetaraan gender di sektor keuangan. Namun, pernyataan CELIOS menegaskan bahwa faktor gender tidak dijadikan kriteria utama, melainkan hasil evaluasi objektif atas kompetensi.
Proses konfirmasi akhir terhadap calon tersebut akan dibahas oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia serta disetujui oleh Presiden. Jika disetujui, Destry Damayanti diperkirakan akan mengemban tugas utama melanjutkan agenda kebijakan moneter yang stabil, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.