Setapak Langkah – 03 April 2026 | Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Korea Selatan, yang sekaligus menjadi ajang inspirasi bagi ratusan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di sana. Kunjungan ini tidak hanya bersifat diplomatik, melainkan juga memberikan semangat baru bagi para pelajar yang menghadapi tantangan akademik dan budaya.
Selama pertemuan di universitas terkemuka di Seoul, Prabowo menyampaikan pesan motivasi tentang pentingnya kegigihan, rasa kebangsaan, dan kontribusi bagi bangsa. Mahasiswa yang hadir melaporkan bahwa sambutan hangat dan kata‑kata penyemangat tersebut menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan menjadi bagian dari diaspora Indonesia.
Poin utama yang disampaikan Prabowo meliputi:
- Komitmen pemerintah untuk mendukung mahasiswa Indonesia di luar negeri melalui beasiswa dan program pendampingan.
- Pentingnya menjaga identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru.
- Ajakan untuk menjadi agen perubahan yang dapat membawa pengetahuan dan teknologi kembali ke Indonesia.
Reaksi mahasiswa pun beragam namun secara umum sangat positif. Salah satu mahasiswa jurusan teknik mengatakan, “Kata‑kata Presiden memberi kami energi baru untuk terus berjuang menyelesaikan riset kami.” Sementara mahasiswa jurusan sosial politik menekankan bahwa kunjungan ini memperkuat rasa persatuan antarbangsa.
Kunjungan Prabowo diharapkan tidak hanya menghasilkan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan teknologi, tetapi juga mempererat jaringan akademik antara institusi Indonesia dan Korea Selatan. Pemerintah berencana menyusun program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset yang dapat meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Secara keseluruhan, momen ini menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan politik dapat memberikan motivasi langsung kepada generasi muda, terutama yang berada di luar negeri. Diharapkan semangat yang ditularkan akan berdampak jangka panjang pada peningkatan kualitas pendidikan dan kontribusi sosial‑ekonomi para lulusan Indonesia di kancah global.