Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | China berhasil meluncurkan satelit terbaru yang dirancang khusus untuk menguji teknologi komunikasi di luar angkasa. Peluncuran dilakukan dari Situs Peluncuran Wahana di daerah barat laut negara tersebut pada pagi hari, dengan cuaca yang kondusif untuk operasi roket.
Satelit ini merupakan bagian dari program ambisius Beijing untuk memperkuat jaringan komunikasi antarplanet dan meningkatkan kapasitas transmisi data pada jarak yang sangat jauh. Pengujian ini diharapkan dapat membuka peluang bagi aplikasi komersial, ilmiah, serta militer dalam mengirimkan sinyal dengan kecepatan tinggi ke satelit lain atau stasiun di permukaan bumi.
Roket yang dipakai adalah tipe Long March 5B, yang dikenal memiliki daya dorong besar dan kemampuan menempatkan muatan berat ke orbit geostasioner. Peluncuran berlangsung lancar tanpa kendala teknis, menandakan kesiapan sistem propulsi dan prosedur persiapan pra-peluncuran yang matang.
Berikut beberapa spesifikasi utama satelit uji coba tersebut:
- Berat total: sekitar 6.600 kilogram
- Orbit: Geostasioner pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer
- Payload utama: Transceiver berfrekuensi tinggi untuk transmisi data berkecepatan lebih dari 10 Gbps
- Masa operasional: Direncanakan berfungsi selama minimal 10 tahun
Para ilmuwan dan insinyur China menyatakan bahwa keberhasilan peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam upaya negara tersebut untuk menjadi pemimpin global di bidang teknologi ruang angkasa. Selain meningkatkan kemandirian dalam infrastruktur komunikasi, satelit ini juga akan menjadi platform percobaan bagi teknologi antena adaptif, modul laser komunikasi, serta sistem navigasi canggih.
Pengamatan awal menunjukkan bahwa satelit berhasil memasuki orbit yang ditargetkan, dan tim kontrol misi sedang melakukan serangkaian tes fungsionalitas. Jika semua prosedur berhasil, China akan melanjutkan pengembangan jaringan satelit komunikasi berkelanjutan yang dapat melayani kebutuhan data lintas benua serta misi eksplorasi luar angkasa masa depan.