Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Beijing pada hari Rabu (tanggal) secara tegas mengutuk serangan bersenjata yang menargetkan Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di wilayah selatan Lebanon, yang menewaskan satu anggota pasukan dan melukai beberapa lainnya.
Serangan tersebut terjadi pada malam (tanggal) di kawasan (nama lokasi), di mana peluru mortir atau roket diyakini diluncurkan dari wilayah yang tidak jelas. Pihak berwenang Lebanon melaporkan adanya korban jiwa dan luka-luka, serta kerusakan pada pos-pos pemantauan UN.
Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa setiap aksi kekerasan terhadap pasukan perdamaian internasional merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak dapat diterima. Beijing menuntut agar pelaku segera diidentifikasi, dihukum, serta menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghormati mandat UNIFIL.
- Menghentikan semua bentuk serangan terhadap pasukan UN.
- Menjamin keamanan dan kebebasan bergerak bagi personel UNIFIL.
- Melakukan penyelidikan independen dan transparan atas insiden.
- Menegakkan pertanggungjawaban hukum terhadap pelaku.
Pemerintah Lebanon menyatakan kesedihan mendalam atas insiden tersebut dan berjanji akan bekerja sama dengan PBB serta negara-negara sahabat untuk menemukan dalang serangan. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, juga mengecam tindakan itu, menyebutnya sebagai ancaman bagi upaya menjaga stabilitas di wilayah yang sudah rapuh.
Insiden ini menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana China semakin memperluas hubungan ekonomi dan diplomatik dengan negara-negara di kawasan tersebut. Pengaruh Beijing di Lebanon, termasuk investasi dalam infrastruktur dan energi, dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya di dunia Arab.
Berikut rangkaian kronologis singkat peristiwa:
| Tanggal | Waktu | Kejadian |
|---|---|---|
| dd/mm/yyyy | 22:30 | Serangan mortir terhadap pos UNIFIL di (lokasi) |
| dd/mm/yyyy | 23:15 | Pernyataan resmi pemerintah Lebanon |
| dd/mm/yyyy | 09:00 | Pernyataan China melalui Kementerian Luar Negeri |
Dengan menegaskan kecaman kuatnya, China berharap insiden serupa tidak terulang dan menegaskan komitmennya terhadap keamanan pasukan perdamaian serta stabilitas kawasan.