Setapak Langkah – 30 Juli 2026 | Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Alexander Sabar, meluncurkan buku berjudul “Atas Nama Surga” yang menyoroti praktik propaganda terorisme di dunia maya. Acara peluncuran yang berlangsung di kantor Kemkomdigi tersebut dihadiri oleh sejumlah pakar keamanan siber, akademisi, serta perwakilan lembaga penanggulangan terorisme.
Buku ini disusun oleh tim peneliti yang mengkaji secara mendalam taktik digital yang dipakai kelompok teror untuk menyebarkan ideologi radikal, merekrut anggota baru, dan menggalang dana lewat platform daring. Penelitian yang termuat dalam buku mencakup analisis konten visual, audio, dan teks yang beredar di media sosial, aplikasi pesan instan, serta situs-situs yang menggunakan enkripsi kuat.
Berikut beberapa temuan utama yang dibahas dalam buku “Atas Nama Surga”:
- Penggunaan algoritma platform utama untuk mempercepat penyebaran konten propaganda yang bersifat emosional dan polarizing.
- Pemanfaatan layanan pesan anonim dan jaringan daring tersembunyi untuk mengkoordinasi serangan serta mengirimkan instruksi taktis.
- Strategi “luring‑online” dimana jaringan terorisme memadukan aktivitas fisik dengan kampanye digital untuk memperluas jangkauan pengaruh.
- Studi kasus konkret yang menyoroti serangkaian insiden radikalisasi online di Indonesia dalam lima tahun terakhir.
- Rekomendasi kebijakan, termasuk peningkatan literasi digital masyarakat, kolaborasi lintas lembaga, dan penguatan kerangka hukum siber.
Alexander Sabar menekankan bahwa pemahaman tentang cara kerja propaganda digital menjadi prasyarat penting bagi upaya pencegahan radikalisasi. Ia menambahkan bahwa Kemkomdigi berkomitmen untuk memperkuat mekanisme pengawasan ruang digital serta bekerja sama dengan platform teknologi guna mendeteksi dan menanggulangi konten yang melanggar aturan.
Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan, penegak hukum, serta masyarakat umum dalam menghadapi tantangan terorisme modern yang kini tidak hanya beroperasi di dunia fisik, tetapi juga menguasai ranah siber.